Kuliah Umum Magister PAI IAI Yasni Bungo : Bahas Pendidikan Islam di Era Globalisasi
Institut Agama Islam (IAI) Yasni Bungo kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa kuliah umum pada Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2025 ini mengangkat tema “Pendidikan Agama Islam di Tengah Arus Globalisasi: Merawat Budaya Lokal, Membangun Peradaban Global.” Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya posisi pendidikan agama Islam dalam menghadapi dinamika global yang sarat dengan perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IAI Yasni Bungo, Dr. Muhammad Solihin, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa globalisasi tidak dapat dihindari, namun pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya lokal agar tidak tergerus oleh arus modernitas. Menurutnya, tantangan terbesar dunia pendidikan adalah bagaimana mampu menghadirkan generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai tradisi bangsa. Kuliah umum ini menghadirkan Dr. H. Jamrizal, M.Pd., Sekretaris Kopertais Wilayah XIII Jambi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia memberikan pandangan tentang pentingnya kebijakan pendidikan Islam berbasis kearifan lokal untuk memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa Program Magister PAI, dosen, serta civitas akademika IAI Yasni Bungo. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, yang membahas isu-isu strategis seperti tantangan integrasi kurikulum berbasis budaya lokal, penguatan pendidikan karakter, serta inovasi metode pembelajaran berbasis digital. Hal ini menunjukkan bahwa kuliah umum tidak hanya menjadi ruang akademis, tetapi juga forum intelektual yang mendorong lahirnya gagasan baru. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen akademisi dan mahasiswa untuk menjadikan pendidikan Islam sebagai instrumen utama dalam membangun peradaban global yang berkarakter. Dengan menjaga budaya lokal, pendidikan Islam di Indonesia dapat berkontribusi dalam percaturan internasional tanpa kehilangan identitasnya. Globalisasi, dengan segala peluang dan tantangannya, perlu disikapi secara kritis dan adaptif agar tidak menimbulkan krisis identitas di kalangan generasi muda. Dengan terselenggaranya kuliah umum tersebut, IAI Yasni Bungo menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga berperan aktif dalam merawat kearifan lokal. Upaya ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih nyata bagi pengembangan peradaban Islam yang inklusif, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.(ash)